Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘renungan’ Category

riduh masa depan

with daddy @pasar moderen batununggal

Belakangan ini saya sering comment2an sama teman2 semasa SMP di pesantren Darul Arqam Garut dulu, dan omongannya gak jauh seputar masalah anak.. (bener-bener ya time flies.. dulu omongannya masih keceng-kecengan, skr udah gmn cara ngatasin anak diare, tetangga usil, milestone dsb). Salah satu topik yang dibahas kemaren adalah masalah Late Boomer singkatnya late boomer ini adalah satu keadaan dimana tumbuh kembang anak telat, misal telat jalan, telat ngomong, BB yang gak naik-naik dsb. Sepertinya ini topik yang sensi ya buat para mommy including me, secara riduh sekarang udah jalan 13 bulan tapi dia masih anteng dengan merangkaknya, giginya baru dua (gigi bawah), dan BB yang belum juga menyentuh 9kg alias masih anteng di kisaran 8-8.5kg sahajah. Sejarah mencatat bahwa albert einstein dan thomas alfa edison termasuk anak yang late boomer juga dulunya, jadi ya dont worry lah klo melihat milestone anak kita yang tidak atau kurang sesuai ama tuntunan milestone yang ada saat ini, sejauh kitanya tetap memberikan rangsangan ato stimulasi baik fisik atopun psikis mereka, selain itu penting juga kita berpikiran positif mengenai milestone anak kita (positif yang cerdas alias positif tapi selalu siaga kalau memang ada kelainan). Melihat milestone riduh sih saya tidak kuatir terlalu banyak (berarti pernah ada donk? yaiyalahh masalah gigi bikin cenat cenut tuh dulu) karena saya selalu berusaha untuk meberikan sugesti positif untuk riduh agar riduh kelak tumbuh menjadi anak yang selalu yakin akan diri sendiri dan selalu berfikiran positif juga. Amiin. Nah masalah muncul ketika kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar, so far sih saya tidak kenal tetangga alias jarang kongkow ama tetangga karena gak kenal itu 😀 jadi saya tidak mengalami masalah berinteraksi dengan lingkungan sekitar rumah tapi masalah yang saya alami ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitar keluarga such as my mother, sister, in laws dengan masalah yang sama yaitu kadang-kadang mereka usil dengan apa yang terjadi pada riduh atau dengan apapun yang saya lakukan untuk riduh. Ambil contoh tadi pagi saya lagi membuat puding roti untuk riduh yang isinya roti 2slice, buah naga, buah naga, buah pir, susu uht, keju, meses kebetulan ada kakak sulung saya saat itu di rumah, kemudian dia berkomentar

klo gak jadi profesor mah keterlaluan aja nih riduh

hummm awalnya sih saya cuekin aja gak mau diambil pusing, tapi lama-lama klo berkali2 diomongin hal yang sama jengah juga ya, karna selain berbicara seperti itu kakak saya juga sambil membandingkan dengan anaknya yang katanya makannya gak neko-neko tp ttp bisa membanggakan (mungkin pinter maksudnya) saya sih tidak mau berkomentar banyak, takut mulut saya pedas nanti ada perang saudara lagi heuheu tapi dibelain ama kakak saya yang nomer 8 sih 😀 . Saya berfikir suka kasihan juga ya sama orang-orang yang berfikiran saya memberi riduh makanan keju, susu, roti, buah2an atau dengan kata lain saya memperhatikan asupan makanan riduh demi untuk riduh menjadi profesor (tapi klo ditakdirkan jadi profesor sih Alhamdulillah, gak nolak).. karena jujur bukan itu alasan saya memprioritaskan urusan asupan riduh,  tapi alasan utama saya adalah karena riduh anak saya dan saya sayang riduh (banget!!) sehingga saking sayangnya saya sama riduh maka saya ingin memberikan semua yang terbaik yang bisa saya berikan untuk riduh, masalah riduh nantinya jadi profesor ato tidak, saya rasa tidak melulu itu urusan makanan yang saya beri ketika dia balita, tapi masih banyak parameter lainnya seperti bagaimana saya mendidik dan memberi stimulasi bagi riduh sehingga riduh mempunya bekal yang cukup untuk menjadi seorang profesor kelak. Satu yang saya harapkan dari riduh yang juga merupakan bagian dari doa-doa yang saya panjatkan untuk riduh adalah riduh menjadi anak Shalehah karena sesungguhnya itulah yang akan menjadi salah satu bekal saya di akhirat nanti. Ada juga nih kalau saya lagi main ke rumah in laws saya, sering saya dengar omongan

riduh udah satu tahun koq belum jalan ya? gigi juga baru dua, ngomong juga belom lancar2 amat

Wah kalau masalah yang satu ini, saya juga malas berkomentar, karena saya selalu meyakini milestone setiap anak itu unik, dan saya yakin juga riduh pasti bisa mengejar ketertinggalannya disaat yang tepat untuk riduh dan satu yang pasti saya sangat yakin riduh itu anak yang normal, meski diusia 1 tahun dia belum jalan, gigi baru dua, ngomong belum lancar apapun itu riduh tak tergantikan dihati saya (gak nyambung). Kenapa ya membanding-bandingkan ini menjadi budaya? ya bukan berarti saya tidak suka membanding-bandingkan juga tapi mbok ya membanding-bandingkannya juga jangan sering-sering gitu loh bikin orang mengumpat dalam hati gitu lohhh kan gak baik itu… ya pokoknya mau riduh dikata orang apapun saya tetap sayang riduh, mau riduh udah gedenya gak jadi profesor, lancar jalannya telat, giginya telat, ngomong telat yang penting semua itu suatu saat akan dimiliki oleh riduh (riduh bisa jalan dengan gigi lengkap dan bisa diajak ngobrol dua arah). Bagaimanapun perkembangan riduh kedepannya yang saya lakukan saat ini sebagai seorang ibu hanyalah sebagai ikhtiar saya sebagai orang ibu untuk memberikan haknya riduh sebagai anak yaitu mendapatkan kasih sayang, pendidikan, sandang, pangan, papan yang layak.. dengan harapan riduh kelak menjadi anak shalehah yang bisa membanggakan orangtuanya… apapun profesimu kelak ya nak…

Advertisements

Read Full Post »

image

Semenjak hari jumat minggu kemarin, sekitar tanggal 11 maret 2011, riduh mendadak kena flu lagi setelah sebelumnya lagi nikmat-nikmatnya makan dan mimi sampe persediaan ASIP menipis kritis, keadaan dilanjut dengan riduh mengalami demam di hari minggunya (kurang dari 24 jam tapi demamnya) setelah kemaren jumat malam-sabtu sore maen ke rumah kakek neneknya, juga ke rumah tantenya ayah riduh dengan menggunakan motor, saya sih curiga akibat motoran itu yang menyebabkan riduh menjadi demam juga, tapi memang dari hari jumat juga riduh udah muntah (mengeluarkan dahak) dilanjut lagi muntah di hari sabtu dan minggu. Selain flu riduh juga mengalami bantuk yang klo mendengarkan suara batuknya bikin hati tersayat sembilu (lebay tapi nyata) gak tega aja gitu bayi secantik riduh harus mengalami yang namanya batuk berdahak, sampe ketahanan hati ayah riduh pun goyah dengan menanyakan kepada saya apakah riduh harus di bawa ke dokter dan akhirnya ibunya pun ikut goyah… dari pada goyah terus-terusan akhirnya kembali kepada rutinitas kalau riduh lagi demam yaitu membaca bukunya dokter wati, dari situ dapet sugesti positif lagi kalo batuk itu anugrah dari Alloh untuk riduh dalam usaha mengeluarkan dahak-dahak yang ada supaya tidak numpuk di paru-paru. Tapi kemudian kejadian menjadi gundah lagi setelah eyangnya riduh pulang umroh kemaren dan eyang mendengar riduh batuk heboh gitu, akhirnya eyang bilang sama saya untuk membawa riduh ke dokter, karna batuknya yang menyayat hati itu.. saya akhirnya berfikir ya beginilah nasib klo masih nebeng ortu (loh?) lah iya…. harus memikirkan masukan dari orang lain selain suami sendiri dalam hal ini ibu saya (i know mom you have lotsa love and care for riduh makanya nyuruh riduh ke dokter juga, pengen riduh ga lama2 ngalamin batuknya) tapi saya memiliki blue print sendiri buat riduh, salah satunya adalah tidak tergantung pada dokter dan obat untuk penyakit2 yang memang tidak membutuhkan penanganan dokter apalagi obat, karena tubuh riduh sendiri juga memiliki kekuatan untuk melawan virus koq. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke dokter juga selain untuk mendapatkan opini dari dokter, juga sebagai formalitas untuk saya dan ayahnya riduh untuk membawa riduh pergi ke cirebon buat menghadiri nikahnnya Tya dan Jaka soalnya udah di rencanakan jauh2 hari banget nih, mana lagi jenk tya ini salah satu pager ayu waktu saya nikah kemaren.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh DSA nya riduh yang membutuhkan perjuangan karena riduh meronta begitu di tidurkan di kasur periksanya dokter itu (heran deh nak, kamu tuh pinter banget sih, ngerti ya gak mau di grepe2 ama om2 LOL) hasil periksaannya dokter katanya riduh ada radangnya, ada bercak putih di tenggorokannya, dan telinganya agak merah dalemnya jadi harus kasih antibiotik (AB). hummm terus terang DSA riduh yang sekarang itu DSA final setelah mengelilingi beberapa DSA, dan menurut saya DSA yg ini yang paling bs mendukung saya untuk bisa RUM, jadi setiap mau kasih AB DSA ini selalu bilang kenapa di kasih AB serta urgensinya di kasih AB itu. Ini merupakan AB pertama riduh dari DSA yang ini, dan saya pun bimbang gundah gulana dibuatnya, apakah saya harus memberikan riduh AB dan obat pencahar batuknya (dua ini isi resepnya), tapi hati kecil saya mengatakan bahwa saya tidak perlu untuk memberikan riduh obat-obatan itu, karena menurut hasil googling saya radang tenggorokan pengobatannya menggunakan AB klo memang terkena bakteri streptococcus (bener ga ni nulisnya?) dan untuk menentukan terkena bakteri strep ato gak nya itu harus melalui uji usap tenggorokan (hayah asal inget ini mah), saya tanya sama kakak saya dia pun bingung tentang kasih obatnya apa gak (udah di tebus obatnya malah bingung mau di kasih apa nggak, aneh pisan emang), akhirnya saya tanya juga ama teman saya mba wita, dijawab sama mba wita klo gak perlu buat kasih obat yg dua itu buat riduh karna strep throat ini jarang sekali menyerang anak usia <6thn, selain itu riduh masih bisa bermain (aktif banget, liat posting sebelum hari ini kan?) makannya masih banyak, mimi juga jangan di tanya dah! liat poto diatas juga ini poto pas tadi lagi di dokter, riduh terlihat sehat kan??? jadi untuk sekarang lakukan saja pemantauan pada riduh, dan jangan lupa kasih minum air hangat sesering mungkin biar beser *loh* eh biar dahaknya cepet encer. Setelah bertanya pada mba wita pun, saya semakin yakin untuk menahan dl obat2an untuk riduh, dan langsung telpon pengasuh riduh tapi katanya riduh udah makan dan udah dikasih minum obatnya *mehhh* ya udah saya bilang gpp sekali ini saja, selanjutnya stop minum obatnya sampe saya bilang buat lanjut minum lagi. Mungkin ada yang bertanya kenapa pilih DSA ini kalo gak percaya ama DSAnya? well dengan saya memilih DSA ini bukan berarti saya lantas nurut begitu saja, rasional kecerdasan kebijaksanaan dalam pemberian obat tetap di perlukan *blahhh ini artinya apa sih???*

Riduh…. get well soon ya dear… ibu sedih klo riduh batuk-batuk gitu, riduh pasti bisa koq melawan virus flu dan membuang semua dahak melalui batuk, ingus, maupun pup. sehat selalu ya nak! i heart you my little girl *btw smash ini favenya riduh*

Read Full Post »

about parenting

Setelah saya melahirkan dan punya anak *ini sepertinya hukum alam ya klo melahirkan otomatis punya anak* day by day saya semakin banyak berpikir tentang cara pendidikan yang tepat guna buat riduh *bahasanya berat bok* masalahnya apa? saya sering berkaca pada diri sendiri dan juga orang lain, mencatat berbagai kekurangan dalam hal ‘parenting’ dimasa lalu saya berdasarkan efeknya hari ini, let say seperti saya yang kurang mandiri hingga saat ini dimana saya benar-benar susah untuk dibiasakan dan belajar mandiri seperti saya yang waktu hamil 5bln pernah ditugaskan ke jakarta dan harus menginap di kos-kosan, tahu hal pertama yang saya lakukan saat itu? Cari teman sekamar alias saya gak mau tidur sendirian karena ngeri membayangkan kalau harus sendiri kesana kemari oh well salahsatu contoh lainnya ketidakmandirian saya adalah, saya tidak bisa kemana-mana kalo tidak ada yang menemani, lalu saya pikir-pikir kenapa saya tidak biasa (beda dengan tidak bisa ya) karena memang saya tidak dibiasakan untuk mandiri sedari kecil. Sebagai anak bungsu saya biasa untuk ‘dilayani’ -nonabesar.com- oleh kedua orangtua saya dan kedelapan kakak saya, sehingga saat saya semakin besar diusia dimana saya seharusnya siap untuk dilepas *bak merpati* ke dunia nyata nan luas saya malah ketakutan karena tidak biasa mandiri itu, selain itu dampak tidak biasa mandiri itu salah satu hal lain yang saya rasakan adalah mengekang kreatifitas saya dimana saya suliit sekali untuk kreatif karena selalu berfikir “nanti juga ada yang nolongin”…  bukan berarti saya tidak menerima semua kasih sayang orangtua dan kakak-kakak saya namun itulah yang terjadi jika sesuatu hal yang dilakukan dengan terlalu alias berlebihan, namun bagaimanapun keluarga saya tetap nomor satu dan saya berterimakasih atas smua kasih sayang yang diberikan *mendadak pidato penghargaan*

Berkat ketidakbiasaan mandiri saya itu, maka saya mendapatkan satu pelajaran berharga dan satu point cetakbiru model parenting untuk riduh *lebay* yaitu saya ingin mendidik riduh penuh kasih sayang dengan menumbuhkan rasa mandiri, bagaimana caranya? ini yang masih menjadi deskripsi dari point cetakbiru model parenting untuk riduh tadi, rencana saya saat ini adalah dengan menumbuhkan rasa percaya diri pada riduh, bahwa riduh mampu melakukan banyak hal karena riduh anak yang tangguh dan pemberani, selain itu saya juga ingin memberikan ‘bekal’ yang cukup untuk riduh, sehingga kelak riduh bisa mandiri dengan penuh rasa percaya diri disertai ‘bekal’ yang cukup. Deskripsi dari bekal ini juga merupakan subpoint tersendiri, diantaranya saya ingin memasukkan riduh ke sekolah yang tepat, misal untuk sekolah dasar so sorry saya tidak berminat untuk sekolah disekolahan pemerintah, well banyak alasannya intinya saya saat ini belum sreg ama metode pendidikan yang ditanamkan disekolah-sekolah negri saat ini *ini opini pribadi ya* yang saya inginkan saat ini adalah masa-masa sekolah dasar adalah masa dimana riduh dilatih dan dirangsang kreatifitasnya, banyak bermimpi dan menelurkan ide-ide brilian sekaligus merealisasikan idenya, kalau belum bisa direalisasikan bisa dijadikan cita-cita juga *ibu banyak maunya nih* yang saya lihat dari sistem yang ada saat ini adalah anak-anak dari kecil sudah di push dengan berbagai mata pelajaran yang disodorkan dan diwajibkan bisa jika ingin naik kelas, apalagi standar nilai di negara tiap tahun makin naik saja sedangkan materi yang diberikan belum tentu dapat ditangkap dan cara penyampaian materinya bisa ditangkap *pusing ngetik ini nih*  selain itu saya ingin memberikan bekal berupa pengetahuan tentang bahasa asing, ya pengen riduh capcus lah ngomong bahasa inggris jangan kaya ibunya ini huhuhuhu

Berdasarkan point diatas saya berujung pada kesimpulan need extract money buat menyekolahkan riduh, dan pada akhirnya berimbas pada cita-cita jumlah anak yang ingin saya miliki, somehow saya menjadi mengerti ketakuta seorang teman saya chie, dimana dia takut tidak bisa mendidik dan membesarkan anaknya dengan baik karena tanggungjawabnya besar, memang bukan berarti kita menolak tidak ingin punya anak tp sebagai manusia biasa menurut saya normal lah memiliki ketakutan seperti itu, tapi toh kita masih punya Alloh tempat kita meminta, mengadu dan lainnya? semoga saya bisa menjadi ibu yang amanah untuk anak-anak saya kelak, dan doa saya selalu teriring untuk anak-anak saya… riduh… u know how much i love you right?? as everynigth i kiss you and says “love you” … jadi anak shalehah ya nak itu yang terpenting.. selain ibu doakan riduh jadi anak yang pintar, baik, banyak rezeki dan doa-doa baik lainnya

Read Full Post »

 

ga perlu krisis. neng masih muda, cantik, pinter, taat agama. terus masih ada keluarga yang menyayangi neng. dan calon suami yang selalu ada di samping neng
itu kata-kata dari si aa yang membuat saya termehek-mehek hari ini, he’d never been so touching till this day… biasanya kalau dia berkata-kata serius selalu diakhiri oleh ikon-ikon tidak serius seperti 😛 , 😀 , dll tapi kali ini dengan datarnya di tulis itu semua di chat box kita…. oh ya kenapa ada disebut krisis? karena sebelumnya saya berlebayan sama dia dengan bilang kalo saya lagi menghadapi quarter life crisis hanya gara2 kuli wajah saya sedang megar secara paksa diakibatkan kemaren jumat saya memaksa untuk berobat ke erha clinic, dimana sang dokter pun berkata “ini kulit mulus cuman ada komedonya, mau diapain? cuman butuh facial aja” blahhh bagaimanapun saya tetap membeli obat2an dengan harapan kulit kering saya sembuh.. ternyata malah di paksa ngelupas… kenapa saya pergi ke erha? karena saya panic minggu kemaren semuka2 saya penuh komedo.. God!! jangan bikin saya menyesal sudah pergi ke erha clinic would You?

Read Full Post »

idealis vs realistis

one day salah satu temanku menyampaikan komentar suaminya mengenai salah satu produk kecantikan asal swedia yang kebetulan juga menjadi label kecantikan untuk seserahan saya nanti, begini komentarnya kurang lebih

ah produk x mah harga duaribu dijual ratusan ribu

at the moment i heard she said that i do feel GONDOK.. soalnya hello dirimu lelaki apa urusanmu sama kosmetik? kecuali kalau kamu juga banci dandan -rada emosi dalam hati- lagian saya seserahan juga gak minta duit dari kamu… oh ya dia mengomentari hal itu dikarenakan istrinya juga saat itu mau membeli produk kecantikan itu dan meminta rekomendasi dari saya, dan saya rekomendasikan produk X karena memang saya menggunakannya dan cocok juga akhirnya sang istri memutuskan untuk tidak membeli produk X itu… dan memilih produk local dengan harga yang sama, namun entah kenapa sepertinya dia salah memilih warna sehingga membuat dia menjadi lebih gelap yeahhh saya hanya bisa diam saat itu sambil menyukuri dalam hati hahahahaha devil inside me!

As time goes by… sekarang sang istri menjadi agen produk X tersebut dan menawarkan teman2 sekitar untuk membeli produk tersebut dan menjadi anggotanya juga.. hell yeah.. when it comes to moneys we have to be realistic.. idealistic is number ten!!! ada apa dengan harga duaribu itu? mau ikut2an nipu konsumen dengan menjual barang duaribu seharga ratusa ribu?

Read Full Post »

Baru saja bulan kemaren tanggal 3 april 2009 saya kehilangan atm mandiri saya dikarenakan lupa ambil kartunya setelah melakukan transaksi aka TERTELAN sehingga membuat saya harus berurusan dengan customer service bank mandiri (yang belakangan saya tau dia sodaranya salah satu teman kuliah 😆 ) dan akhirnya saya harus pindahkan smua saldo di rekening saya ke rekeningnya aa, biar bisa transaksi.. makloom panik mode on gitu deh.. ternyata kartu atmnya sudah ada di bank mandiri japati, kebetulan atm saya tertelan di telkom japati jadi kalau tertelan bisa langsung diambil, kecuali kalau tertelan di public area itu urusannya bisa panjang 🙂 jadi untuk apa saya pindahkan saldo ke rekening aa *tapi tetep saya yg pegang atmnya hihihihihi* tapi ada hikmah dari kejadian pertama ini, yaitu saya ganti kartu atm dengan kartu yang baru dengan masa berlaku 10 tahun ajahh, biar sampe nenek2 kali yep

Kelar urusan tertelannya atm saya, maka pada tanggal 15 mei 2009 saya kembali melakukan kesalahan yang sama.. ya ya ya betul sekali bikin kartu atm si aa TERTELAN itu pun kalo si aa tidak menanyakan apakah saya tidak lupa ambil kartunya setelah selesai transaksi, saya tidak akan ingat… waktu si aa mengingatkan saya, langsung saja saya lari kembali masuk ke dalam atm mandiri yg tadi tapi apa daya kartunya udah tertelan…dan saya hanya bisa mengelus dada saja untuk bersabar hehehehehe. Jadinya hari ini saya dan aa pergi ke bank mandiri cabang kiaracondong tempat atmnya tertelan, tapi oh ternyata atmnya GAK KETEMU gak ada aja gitu di mesinnya… entah apa salah saya koq bisa sampai hilang dari mesinnya, jadi yang nelen sapa donk? buto ijo? mit-amit yahhhh serem amat!! nah neng CSnya memberikan dua opsi, yaitu bikin atm baru yang memakan waktu agak lama, secara rekening si aa itu cabang buah batu, atau bikin rekening baru yang bisa beres hari itu juga.. jadi kami memutuskan untuk membuka rekening baru saja biar lebih cepat dengan kartu atm instant yang saya tidak pernah sukai, karena gak ada nama kita di kartunya aka kurang eksist!!! hohohohoho . Tapi pembuatan rekening baru itu sekitar 1 jam lah total itu udah ama bincang konsultasi ama CSnya ya… jadi yaaa terhitung cepet sih, tapi jadi lama kalau mengingat baru kembali ke kantor jam setengah tiga sore hahahahahahaha. Gak sampe situ lupanya saya.. setelah beres urus-urus rekening baru, kami meluncur ke rumah di kiaracondong untuk makan siang, eh pas di jalan mau kembali ke kantor sekarang kacamata saya yang tertinggal… deritaaaaaaa pelupaaaaaaaaaaaa ~.~

Read Full Post »

Manusia itu..

Tadi lagi baca-baca berita, terdampar pada satu isinya

PEKANBARU – Sebanyak tiga ekor harimau Sumatera tewas mengenaskan dalam pembantaian yang dilakukan warga dalam aktivitas perburuan.

Raja hutan ini mati dibantai di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pasiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Tiga ekor harimau tewas setelah masuk dalam perangkap kemudian warga langsung membacok dan menombaki hewan langka.

Demikian dikatakan Humas World Wild Found (WWF) Syamsidar dalam perbincangan dengan okezone dikantornya Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Selasa (24/2/2009).

Menurut dia kejadian ini disebabkan habitat harimau sudah mulai terusik keberadaannya. Sehingga konflik antara manusia dan harimau sumatra bisa terjadi. Dia juga menguraikan tiga harimau Sumatra yang mati di bantai adalah Harimau berjenis kelamin betina dan masih remaja.

“Kita sangat menyayangkan aksi warga dalam menyikapi konflik ini seharusnya yang berwenang adalah BKSDA dan harimau tidak boleh dibunuh mengingat binatang itu adalah hewan yang dilindungi,” kata Syamsidar.

Sementara itu, menurut salah seorang warga Tanjung Pasir Woko (45), dibunuhnya harimau itu karena binatang buas tersebut sering masuk perkampungan penduduk dan membuat resah.

“Karena harimau sering masuk perkampungan dan memangsa hewan ternak milik warga, sejumlah warga berinisiatif menebar perangkap. Setelah dapat, harimau itu ditombak hingga mati. Tapi saya tidak ikut membunuhnya,” ungkap Woko. (teb)

sumber : okezone.com

Terus terang saya miris sekali membaca berita ini, betapa tidak.. 3 ekor harimau betina muda dibunuh secara brutal (ya apalagi namanya kalau bukan brutal, sudah di jebak masih di bacok+ditombaki) apa salah mereka? setahu saya hewan tidak akan “mengganggu” manusia jika tidak ada sebabnya atau mungkin diganggu terlebih dahulu seperti dengan adanya pembalakan liar yang menyebabkan habitat mereka terancam dan ladang makanan berkurang, sedangkan harimau sumatra tersebut merupakan hewan yang dilindungi… arggh pokonya kesal sama yang namanya manusia rakus dan mau enaknya sendiri, sudah merusak bumi dan habitat hewan-hewan yang ada, eh begitu hewannya mengikuti instingnya (mencari makan ke kampung warga misalnya) malah dibunuh secara brutal, masalah warga sana atau bukan yang melakukan pembalakan hutan ato merusak ekosistem.. tapi kenapa tidak mereka (warga.red) cegah saja terlebih dahulu para perusak ekosistem dan bumi ini!!

Read Full Post »

Older Posts »