Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2008

Kemaren sore ibu saya cerita, sewaktu siang beliau bersama kakak-kakak saya jajan es krim yang lewat depan rumah, bukan es krim semacam campina, walls, diamond atau lainnya, yah boleh di katakan hand made lah, alias es krim yg suka pake lonceng2 dan keliling dari rumah ke rumah. Itu es krim emang udah di idam-idamkan oleh ibu saya sejak beberapa bulan ke belakang, namun di karenakan perubahan cuaca yang tidak menentu kemarin, ibu saya sakit asma-nya kambuh dan lumayan bisa dibilang parah, sampai batuk-batuk setiap malam, makan tak enak tidur pun tak tenang -alah dangdut- nah, setelah 3 minggu yang lalu check ke dokter, Alhamdulillah hasilnya menurut dokter hanya asma biasa tidak ada komplikasi dengan yang lain, misal TBC atau yang paling ibu dan kami takuti adalah terkena kanker paru-paru, dan setelah check yang ke dua kali dan periksa lab, hasilnya negatif smua dan itu berarti kemungkinan2 yang di takutkan tidak terjadi.

Berhubung ibu merasa sudah baikan, dan oleh dokter pun sudah tidak di berikan obat-obatan (ibu hanya minta vitamin saja), maka ibu pun sudah merasa cukup PeDe -aiih- untuk beli es krim, dan kemaren di saat jam makan siang, sekitar zuhur kali ya, tukang es krim yg biasa lewat itu akhirnya di panggil dan kemudian ibu beserta kakak-kakak saya beli itu es krim, harganya murah hanya 1500 per porsi (bungkus es krim putih+waffel), yg beli lumayan banyak, soalnya kemaren siang sedang ada kakak yang berkunjung ke rumah beserta anak2nya yang baru pulang sekolah. Total yang harus di bayar adalah 10500 rupiah. Kemudian ketika kakak saya membayarnya, kakak saya merasa hmm apa ya tertarik? atau simpatik? entah apa namanya, pokokknya tukang es krimnya itu berseka (bersih.red) jadi gak jijay belinya juga, dan mukanya bercahaya, bagi kami muslim, muka yang bercahaya menandakan orang yang rajin menjalankan shalat 5 waktu (biasanya sih gt). Oleh karena itu kakak saya memberikan sodaqah sejumlah uang (gak usah di sebut, itu amal kebaikan kakak saya, nanti malah mengurangi), lalu si bapak tukang es krim itu bilang dalam bahasa sunda yang artinya (kurang lebih) ” makasih a, alhamdulillah di kasih rejekinya, bapak teh udah niat mau beli gembok untuk masjid di kampung, kemaren juga baru pulang abis kirim karpet ke masjid di kampung ” saat itu pun kakak saya merasa malu, terharu, senang, smua ada dalam satu rasa dan perasaan lainnya juga…. kemudian bapak tukang es krim itu bercerita bahwa di kampung halamannya (bayongbong, garut) bapak itu mendirikan semacam surau, untuk tempat mengaji anak2 dan kegiatan beribadah seperti sholat berjamaah dll. Dan surau itu kemaren baru bisa mendapatkan karpet, setelah Alloh memberikan rejeki pada bapak itu untuk membelinya (mungkin dari hasil menyicil pendapatan mendapatkan es krim) dan bapak itu bilang bahwa beliau berencana untuk membeli gembok itu untuk surau tersebut, karena pagarnya sudah ada, tapi gemboknya belum ada, dan dari sodaqah yang di berikan oleh kakakku tadi akan dipergunakan untuk membeli gembok katanya. Setelah kakak saya mendengar cerita tersebut, maka kemudian kakak saya memberikan semua uang kembalian pembayaran es krim tersebut, kemudia si bapak tukang es krim bertanya “a, tidak apa-apa ini kalau uangnya kepake sebagian untuk keperluan pribadi bapak? bukan semua untuk masjid?” kemudian kakak saya menjawab “ya tidak apa-apa pak, itu terserah bapak, saya beri itu memang untuk bapak, masalah akan di kemanakan uang itu, itu akan menjadi tanggung jawab bapak dan amal bapak sendiri nanti” kemudian bapak tukang es krim tersebut mengucapkan terimakasih, dan pembicaraanpun melebar kesana kemari, yang ternyata bapak itu adalah salah satu kuli bangunan yang mendirikan pesantren tempat kakak saya dulu sekolah (pesantren di tarogong garut) betapa sempit dunia ini ya. Setelah obrolan yang panjang tersebut, kemudian bapak tukang es krim pamit untuk meneruskan jualannya.

MasyaAlloh…. saya merasa malu sama diri sendiri, sudah berapa banyak uang penghasilan saya gunakan untuk amal seperti itu? bapak ini hanya seorang tukang es krim keliling saja mampu mendirikan surau untuk daerahnya di kampung sana….sebetulnya ini cambukan untuk saya sendiri yang mendengar kisah itu, karena betapa sulitnya saya mengeluarkan uang, katakanlah hanya 10rb saja, untuk sodaqah, tapi untuk pergi ke bioskop 25rb saja saya tidak merasa sayang, ya Alloh….. ampuni aku yang sudah menjadi orang yang kurang beramal dan kurang peduli pada sesama, seharusnya kita menyadari bahwa semua yang kita miliki saat ini hanyalah titipan dariNya dan hanya bersifat sementara. Kalau kata alm. Bapak saya, beliau bilang beramal itu seperti mencukur janggut, sekali di cukur akan tumbuh lebih banyak, So jangan takut untuk kekurangan ketika kita menggunakan harta kita untuk amal baik…. Semoga tamparan ini bisa menjadikan aku lebih baik ke depan. Amin. Dan semoga bapak tukang es krim tersebut selalu di berikan kelapangan rizki selalu olehNya. Amin

Read Full Post »

Holliday

Uas udah rampung tinggal nungguin nilai2 keluar, semoga muncul A hihihihi semester 1 gak ada A-nya, tp alhmadulillah gak jelek juga sih 😎 liburan enaknya ngapain? mau rafting sih nanti sabtu, semoga saya tidak malas untuk reporting…dan senin besok sepertinya sudah di mulai proyek baru, berhubungan dengan aplikasi billingnya telkom, semoga bisa deh dan cepat rampung dan cepat di gantiin notebook-ku ahahahaha maruk, tapi katanya sih emang mo di gantiin 😀

akhirnya….MET LIBURAN SEMUANYA!!!!! 🙂

maap klo posting gak penting 🙂

update :

nilai dah keluar, belom semua, tapi bervariasi A, C, T tidak begitu memuaskan, semoga berikutnya memuaskan 🙂

rafting gak jadi karena harus mengantar ibu check up ke RSAI, dan beliau tidak mau di antar selain sama saya 🙂 gpp mumpung beliau masih ada, puas2kan membahagiakan beliau 🙂

liburan nampak tidak menyenangkan, selain di kantor ada projek baru selama 6 bulan, yaitu tentang billing terintegrasinya salah satu klien kantor saya, dan setiap 2 bulan sekali progress kerjaan akan di live-kan atau di masukkan ke mesin produksi. Doakan lancar ya, selain itu koq di bioskop gak ada film2 yang seru yang layak di tunggu ya? cuman Hulk yang kemaren bagus, lainnya film lokal bergenre horor -asal- dan tidak menarik sama sekali, kalau mau kejam sih GAK MUTU!!! hihihihi.

namun apapun jadinya, bersyukur atas smua yang diberi olehNya 🙂

Read Full Post »